Jakarta - Siapa yang tidak tahu Bill Gates? Dia menduduki posisi urutan pertama sebagai orang terkaya di dunia. Ia merupakan pendiri perusahaan software yang banyak membantu orang dalam pekerjaan sehari–hari yaitu Microsoft. Tentu semua itu berkat kerja keras yang ia lakukan. Jatuh bangun sudah pasti dilewati Bill Gates dalam merintis bisnis nya. 

Apa saja yang dilakukan Bill Gates agar bisa menjadi sukses seperti sekarang ini. Berikut kunci keberhasilan Bill Gates yang dapat dijadikan inspirasi: 

1. Kecepatan
Dalam bisnis tentu di dalamnya ada persaingan di pasar. Siapa yang paling cepat, dialah yang menjadi terdepan. Bill Gates sangat tahu tentang hal ini, oleh karena itu dia memegang prinsip kecepatan dalam menjalan perusahaan.

2. Berpikir Jangka Panjang
Pada waktu Bill Gates keluar dari kampusnya, orang-orang mungkin ada yang menganggapnya gila. Namun, dia melakukan itu karena melihat sesuatu yang jauh lebih menarik di masa depan. Pada masa itu, belum dikenal adanya komputer tapi Bill Gates sudah bisa membayangkan bahwa suatu saat setiap orang akan membutuhkan komputer. Bill Gates tidak ingin menunda-nunda waktunya untuk segera membangun bisnis yang menurutnya sangat potensial.

3. Inovasi dan Kreativitas
Bill Gates menyadari bahwa setiap waktu dan kebutuhan manusia terus berubah. Oleh karena itu, produk yang mereka miliki juga disesuaikan dengan perubahan. Di sinilah arti pentingnya inovasi dan kreativitas agar perusahaan terus bertahan.

4. Terus Belajar
Meskipun sudah sukses, Bill Gates tetap percaya seseorang harus terus belajar dalam hidupnya. Meskipun dirinya pernah keluar dari kampus, Bill Gates tetap mengatakan kepada para pemuda bahwa menuntut ilmu di perguruan tinggi itu penting dan tidak harus ditinggalkan.

5. Ambil Tindakan
Dalam hidup memang dibutuhkan visi misi yang jelas. Akan tetapi, terkadang waktu seseorang lebih banyak terbuang karena memikirkan visi hidup mereka. Bill Gates cenderung berpikir sederhana dan lebih banyak melakukan sesuatu dibanding sekedar berbicara.

6. Fokus Pada Pengembangan Diri
Alasan kenapa Bill Gates sukses adalah karena dia mengetahui di bidang apa kemampuan dan minatnya. Dia fokus untuk mempertahankan dan mewujudkan impiannya. Keteguhan hati inilah yang mengantarkannya seperti hari ini.

Sumber : https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/3582650/6-hal-yang-dilakukan-bill-gates-untuk-menjadi-sukses


Rasa cemas, panik, dan khawatir yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam kesehatan. 


Setelah kita membahas bagaimana membuat lembaran cinta dan menentukan alamat yang benar, ya tinggal dikirimkan saja kan?
Setelah membahas konsep Ikhlas Mindset Pertama : Alamat Surat, mari bahas konsep Ikhlas Mindset Kedua : Lembaran Cinta. Tulisan ini akan sangat berkaitan dengan konsep pertama yang membahas bagaimana menentukan penerima "Surat".

"Lembaran" adalah gambaran kumpulan-kumpulan tindakan yang dilakukan oleh kita setiap hari. 

Setiap detik sebenarnya kita sedang menulis dalam lembaran-lembaran buku catatan amal yang dipegang para malaikat.

"Cinta" bisa kita sebut sebagai intisari lembaran-lembaran tersebut. 

Tindakan-tindakan yang berorientasi hanya kepada keduniaan maka dapat simpulkan lembaran-lembarannya dipenuhi dengan cinta dunia. Tindakan-tindakan kebaikan yang tidak mengindahkan nilai sopan santun, kebijaksanaan, dan rahmatan lil'alamin maka akan mudah terjerumus dalam cinta yang ternoda.

Sebaliknya setiap hari ia bekerja karena agar Allah senang, ia membantu orang tua agar Allah ridha, ia mengasihi anak yatim agar Allah semakin cinta, dan ia mengajak orang lain kepada kebaikan dengan santun agar Allah semakin sayang, maka lembarannya akan penuh dengan "Cinta" kepada Allah swt.



Coba sekarang kita bayangkan, seorang wanita mendapatkan "Surat" dari seorang laki-laki yang menyukainya. Namun, isinya adalah ungkapan "Cinta" kepada wanita lain. Atau isinya malah tagihan hutang. Apa iya wanita tersebut akan memberikan senyuman terindah kepada si laki-laki?

Lalu ada lagi seorang mahasiswa mengirimkan email "Surat" kepada Pak dosen yang intinya ingin membuat janji bertemu. Namun, isi email "Surat" tersebut menggunakan bahasa yang kurang sopan seperti "Pak, siang ini jam 13.00 saya mau konsultasi skripsi, pagi saya gak bisa karena sibuk, besok juga ada janji dengan organisasi kepemudaan, lusa saya ada bisnis di Jakarta. Sampai ketemu nanti ya Pak".  Seorang dosen yang bijak tidak akan marah dan tidak akan menjadikannya masalah besar, namun kemungkinan besar email tidak akan terbalas. Minimal mahasiswa tersebut dianggap tidak memiliki sopan santun.

Kemudian ada seorang ustadz yang berdakwah kepada masyarakat awam. Ia menggunakan metode dakwah ceramah umum dengan membahas perbedaan-perbedaan antar komunitas dan mengkafirkan secara keras bagi yang tidak sesuai dengan ilmunya. Secara garis besar, "Alamat" nya sudah benar yakni dengan mengajak kepada ajaran Allah, namun dengan cara yang kurang bijak apakah "Lembaran Cinta" itu tidak akan ternoda?
Menentukan "Alamat" yang benar adalah penting, namun menjaga kebaikan isi "Lembaran Cinta" juga tidak kalah penting. 
"Lembaran Cinta" sangat erat dengan pikiran, karena pikiran yang baik akan tahu bagaimana caranya ia bisa mendapatkan manfaat dari setiap tindakan bagi dirinya.

Bagaimana membina konsep Ikhlas Mindset Kedua : "Lembaran Cinta adalah dengan beberapa cara
  1. Membaca Buku yang berkaitan dengan pembentukan pribadi
  2. Menambah Ilmu lewat pengajian di masjid, televisi, youtube
  3. Meminta Nasehat kepada para ulama
  4. Menerima Kritik dari berbagai kalangan baik yang lebih muda maupun lebih tua
  5. Mencoba Berubah menjadi lebih baik
Apa iya Anda rela jika hari-hari berlalu dengan kehilangan keridaan Allah gara-gara salah membuat "Lembaran Cinta"?

Sebarkan artikel ini kepada teman dan keluarga agar mendapat manfaat juga ya

Pembahasan konsep Ikhlas Mindset akan dimulai pada artikel ini. Kita akan membahas konsep pertama yang disebut dengan Alamat Surat. Mengapa menggunakan istilah Alamat Surat?

Setiap tindak laku kita didorong oleh beberapa unsur; pikiran dan perasaan. Pikiran akan membantu manusia untuk menentukan perilaku yang bermanfaat bagi dirinya. Pikiran juga akan mencarikan  bagaimana cara ia melakukan perbuatan tersebut. Ia akan memberi peringatan jika perbuatan tersebut bisa merugikannya secara materiil.

Misalkan kita mau belajar matematika, pikiran akan membantu mencarikan bab-bab apa saja yang perlu dipelajari dan di tempat mana yang paling nyaman untuk belajar.

Sedangkan perasaan menjadi sebuah alat untuk memberi motivasi terhadap perbuatan yang ia lakukan. Kekuatan dan semangat seseorang melakukan perbuatan sangat dipengaruhi oleh perasaan. Jika perasaan sedang baik dan senang, perbuatan yang dilakukan akan terasa ringan dan begitu pula sebaliknya.

Contoh saja seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita, ia akan rela menunggu berjam-jam untuk menjemput pujaan hatinya pulang dari kampus.

Konsep Ikhlas Mindset "Alamat Surat" lebih menyentuh sisi perasaan manusia. Kita perlu menulis "alamat" yang benar agar "surat" tersebut sampai kepada yang semestinya. 

Surat di sini adalah perbuatan atau amal baik kita. Entah itu sholat, puasa, zakat, haji, bersedekah, membantu orang tua, hingga amal baik lainnya. Surat di sini bukan amal buruk yang memang tidak diinginkan oleh siapapun.

Alamat sendiri yang dimaksud adalah motivasi tindakan. Untuk apa dan siapa amal baik dilakukan. Apakah untuk penghargaan sosial, penghargaan material, atau malah tidak memiliki motivasi?

Surat yang alamatnya salah, maka bagaimana bisa penerima membacanya?


Sebagaimana tujuan hidup manusia adalah untuk mengabdi kepada Sang Pencipta dan mencari bekal akhirat, maka "Alamat Surat" menjadi hal yang penting.

Kita ingin mengirimkan "Surat" terbaik kita kepada Allah, namun perasaan mengatakan lain, contohnya  ingin dipuji teman, dilihat sebagai seorang aktivis oleh mahasiswa lain, dianggap sebagai orang sholeh di mata masyarakat, ingin eksis di sosial media, dan sekaumnya. Maka ini kita sedang salah nulis "Alamat".

"Surat" nya sulit nyampai ke Allah.

Yuk, kita tip-ex "Alamat" yang salah itu, ganti dengan "Allah" saja.

Mau ke masjid, karena Allah
Mau berangkat ke kampus, karena Allah.
Mau berangkat ke sawah, karena Allah

Mau kondangan, karena Allah
Mau wisudaan, karena Allah
Mau lamaran, juga karena Allah

Bahkan mau update status di facebook ama twitter, karena Allah.

Jika "Alamat" nya sudah benar, maka suratnya juga akan ngikut benar.

Masa iya mau kirim "Surat" ke Allah isinya foto-foto yang membuka aurat,
Masa iya mau kirim "Surat" ke Allah isinya acara video berduaan sama yang bukan muhrim.
Masa iya mau kirim "Surat" ke Allah isinya uang korupsi.

Mulai hari ini, yuk selalu melihat "Alamat" setiap "Surat" kita. Insyaalloh hidup lebih jelas dan gak menyesal.


Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Imam Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata,

“Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”

Imam menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah !”

Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”

“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Imam.

“Tentu tidak” jawabnya.

“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Imam.

“Tidak juga” jawabnya.






Lalu Imam berkata,

“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”

"Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Tersenyumlah... Karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur….

Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur….”
Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI

Dengan gaya khas beliau bercerita :

Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'.
Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah. 
Tahajud oke,
Dzikir oke,
dan Wirit oke,
Sedekah pun oke juga...

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'.

Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.

Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.

Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN . Namun, masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Mandiri ITB pun gak lolos.

Sang Bapak bingung "Kok Allah gak ngabulin impiannya sih?"
Beliau kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.

Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.

Gak jadi tukang tambang tapi menjadi 'Supir Pribadi'...
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.

Si anak tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah.

Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.




Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa.
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien.
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus,
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'.
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.

Hati anak ini bergetar.
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya.
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'.

Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss.
Heran kan?
Gak usah heran!
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :

          'Kegagalan' bukanlah Penghalang.

Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang…

Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
Yang waktu itu lolos? Belum tentu.”

Yuk terus doakan anak2 kita.
Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki  terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, mmm kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA

Sumber : tulisan di grup Whatsapp
Alkisah ada seorang raja yg memiliki 10 anjing ganas utk menghukum yg bersalah. Jika sang Raja tdk berkenan maka org yg salah akan dilempar ke kandang agar dicabik oleh anjing² ganas tsb.

Suatu hari seorg menteri membuat keputusan salah & murkalah Raja. Maka diperintahkan agar sang menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas.

Menteri berkata: "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi paduka tega menghukumku begini. Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja".

Sang Raja pun mengabulkannya. Sang menteri bergegas menuju kandang anjing² tsb & meminta izin kepada penjaga utk mengurus anjing²nya.

Ketika ditanya utk apa? Maka dijawab: "Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu''. Karena tahu itu menteri maka diizinkan.



Selama 10 hari itu sang menteri memelihara, mendekati, memberi makan bahkan akhirnya bisa memandikan anjing² tsb hingga menjadi sangat jinak padanya.

Tibalah waktu eksekusi, disaksikan Raja dimasukkanlah sang menteri ke kandang anjing, tetapi Raja kaget saat melihat anjing² itu justru jinak padanya.

Maka dia bertanya apa yg telah dilakukan menteri pada anjing² tsb?

Jawab menteri: "Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari & mereka tidak melupakan jasaku.

Terharulah raja, meleleh air matanya lalu dibebaskanlah sang menteri dari hukuman dan dimaafkan.

Sahabatku,
Hikmah dari cerita di atas adalah:

Agar kita tidak mudah mengingkari & melupakan kebaikan yg kita terima dari orang² terdekat  kita, hanya karena kejadian sesaat yg tidak mengenakkan.

Jangan mudah menghapus kenangan yg telah terukir dan persahabatan yang telah terjalin bertahun lamanya hanya karena hal² kecil yg kurang kita sukai darinya saat ini.

Sumber: dari tulisan di grup Whatsapp
NewerStories Home